
GBPUSD masih tertekan setelah mencatat level terendah baru dalam tiga pekan pada hari sebelumnya. Pasangan Cable ini melanjutkan penurunan sejak pertengahan pekan dari resistance horizontal yang telah bertahan selama setahun, sekaligus mencatat penutupan harian pertama di bawah 21-SMA sejak 2 Juli 2024. Selain itu, sinyal bearish MACD dan garis RSI yang bergerak di sekitar level 50,00 juga mengindikasikan potensi pelemahan Pound Sterling lebih lanjut. Namun, garis resistance sebelumnya yang terbentuk sejak akhir Juli 2023 dan kini berada di sekitar 1.2835 membatasi penurunan langsung pada pasangan ini. Setelah itu, 50-SMA dan garis tren naik yang terbentuk sejak tiga bulan lalu, masing-masing di sekitar 1.2780 dan 1.2760, akan menjadi pertahanan terakhir bagi pembeli sebelum kendali beralih ke penjual.
Sementara itu, pembeli GBPUSD membutuhkan konfirmasi dari level 21-SMA di 1.2872 serta pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve AS dan Bank of England (BoE). Meski demikian, level Fibonacci 78,6% dari penurunan pada Juli–Oktober 2023 dan area resistance horizontal yang disebutkan sebelumnya, masing-masing di sekitar 1.2910 dan 1.3000, akan sulit ditembus oleh para pembeli Pound Sterling. Jika pasangan Cable bertahan menguat di atas 1.3000, level tertinggi tahunan sebelumnya di sekitar 1.3145 akan menjadi fokus.
Kesimpulannya, pasangan GBPUSD kemungkinan akan terus turun, tetapi perjalanannya menuju level yang lebih rendah tampaknya masih panjang dan berliku.