
Pada Rabu pagi, pasar tampak sedikit positif, didukung oleh meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember, data ekonomi AS yang lemah, dan harapan akan pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia. Namun, kekhawatiran yang meningkat terhadap Taiwan dan keraguan atas independensi Federal Reserve AS, terutama terkait kemungkinan pencalonan Kevin Hassett sebagai Ketua The Fed, meredam sentimen.
Data ekonomi AS yang tertunda akibat penutupan pemerintahan baru-baru ini menunjukkan hasil yang beragam. Penjualan ritel bulan September naik 0,2%, sementara Indeks Harga Produsen (PPI) meningkat 0,3%. Kepercayaan konsumen turun tajam menjadi 88,7, angka terendah kedua sejak April, menandakan kekhawatiran akan potensi resesi.
Di sektor perumahan, Indeks Harga Rumah Case-Shiller naik 1,4% secara tahunan pada September, sementara penjualan rumah yang masih dalam proses meningkat 1,9% pada Oktober. Namun, data pasar tenaga kerja menunjukkan tren negatif. Perusahaan swasta mengurangi rata-rata 13.500 pekerjaan per minggu selama empat minggu terakhir.
Ekspektasi penurunan suku bunga Fed pada Desember melonjak menjadi 83%, naik dari 35% pekan lalu setelah komentar Presiden Fed New York Williams.
Di pasar obligasi, imbal hasil turun karena ekspektasi pemangkasan suku bunga. Imbal hasil obligasi 2 tahun berada di 3,458% dan obligasi 10 tahun di 4,001%.
Risiko geopolitik tetap tinggi, meskipun harapan untuk perdamaian Ukraina-Rusia kembali menguat setelah beberapa kali mengalami kemunduran. Sementara itu, Taiwan menyampaikan kekhawatiran atas tekanan militer China, dan Beijing memperingatkan Jepang serta Taiwan agar tidak ikut campur.
Dolar Australia menguat setelah data inflasi Oktober yang lebih tinggi dari perkiraan, mengindikasikan bahwa Reserve Bank of Australia mungkin menunda pemangkasan suku bunga.
RBNZ memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Pemangkasan ini diperkirakan mungkin menjadi yang terakhir dalam siklus tersebut, sehingga mendorong NZD menguat. Sementara itu, harga minyak bergerak beragam. Survei swasta menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah.
Indeks Dolar AS turun ke level terendah dalam sepekan untuk hari keempat berturut-turut, sehingga mata uang utama dan komoditas menguat. Namun, NZDUSD tidak terpengaruh oleh pemangkasan suku bunga RBNZ, karena gubernur bank sentral tersebut mengisyaratkan tidak akan ada pemangkasan lagi hingga 2026. USD juga melemah, sehingga menguntungkan AUD dan mata uang lainnya. Mata uang kripto memangkas kenaikan sebelumnya, sementara USDJPY bergerak datar di level terendah dalam empat hari. EURUSD naik ke level tertinggi mingguan, sedangkan GBPUSD menguat selama lima hari berturut-turut dan mencapai level tertinggi dalam dua pekan menjelang pengumuman anggaran penting Inggris. Wall Street mencatat kinerja yang kuat, meski mengawali hari dengan lesu, didorong oleh reli saham teknologi dan optimisme pasar.
Mata uang utama menguat pada awal Rabu, didorong oleh pelemahan Dolar AS secara luas dan optimisme pasar yang hati-hati. EURUSD melanjutkan reli selama tiga hari dan bertahan di level tertinggi mingguan, sementara GBPUSD menguat untuk hari kelima berturut-turut, mendekati level tertinggi dalam dua pekan menjelang pengumuman anggaran Inggris hari ini. USDJPY bergerak datar di level terendah dalam empat hari, saat para trader mempertimbangkan ketegangan Jepang-China, kekhawatiran akan kemungkinan kenaikan suku bunga Bank of Japan, dan data Jepang yang beragam.



AUDUSD mencatat kenaikan terkuat dalam dua pekan dan mencapai level tertinggi mingguan, memperpanjang tren kenaikan selama empat hari. Inflasi Australia yang lebih tinggi mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh RBA, sementara pelemahan USD mendukung sentimen risk-on secara luas. USDCAD terus turun hingga mencapai level terendah dalam empat hari, meski harga minyak mentah—ekspor utama Kanada—melemah. Pasangan ini diuntungkan oleh pelemahan USD serta prospek yang membaik bagi transisi ekonomi Kanada dan potensi kesepakatan dagang dengan negara-negara ekonomi utama.
RBNZ memangkas suku bunga sebesar 0,25% sesuai perkiraan, tetapi NZDUSD mencatat kenaikan terbesar sejak Mei setelah Gubernur Hawkesby mengisyaratkan bahwa kemungkinan tidak akan ada pemangkasan lagi sebelum awal 2026. Ia juga tidak mengungkap rincian pemungutan suara di balik keputusan hari ini. Harapan akan kemungkinan stimulus dari China dan potensi kesepakatan dagang antara Selandia Baru dan AS turut mendukung dolar Selandia Baru.
Harga minyak masih berada di bawah tekanan meski sempat rebound dari level terendah satu bulan setelah data API terbaru menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah yang tak terduga. Pasar mengabaikan pelemahan USD dan justru terbebani oleh ekspektasi peningkatan produksi Rusia jika perang Ukraina–Rusia mereda, kemungkinan kenaikan produksi OPEC+, serta tidak adanya gangguan pasokan baru di Venezuela. Kekhawatiran akan melemahnya permintaan global akibat ketegangan perdagangan dan geopolitik yang masih berlangsung menambah tekanan penurunan.
Emas spot (XAUUSD) naik ke level tertinggi sejak 14 November, didukung oleh pelemahan dolar AS, meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Fed pada Desember—kini mendekati 85%, dibandingkan 50% pekan lalu—serta statusnya yang secara tradisional dianggap sebagai aset safe haven.
Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) bergerak bervariasi, tetapi sedikit menguat berkat pelemahan USD dan optimisme yang hati-hati. Namun, pelemahan teknikal dan prospek institusi yang waspada terus membatasi kenaikan.
Saham AS bergerak fluktuatif pada awal perdagangan setelah muncul laporan bahwa Google dan Meta mungkin mengalihkan beban kerja AI ke chip khusus buatan Google. Hal ini menekan Nvidia dan AMD, sementara saham Alphabet menguat. Meski demikian, indeks-indeks utama ditutup lebih tinggi: Dow naik 1,43%, S&P menguat 0,91%, dan NASDAQ naik 0,67%.
Dalam berita korporasi, HP mengumumkan transformasi AI di seluruh perusahaan yang akan memangkas 4.000–6.000 pekerjaan pada 2028.
Setelah sesi Asia yang bergejolak, perdagangan pada Rabu diperkirakan akan ramai. Rilis anggaran tahunan Inggris akan berlangsung bersamaan dengan sederet data dan peristiwa penting dari AS. Pesanan Barang Tahan Lama, klaim awal tunjangan pengangguran, pidato Presiden ECB Lagarde, pernyataan pejabat bank sentral lainnya, perkembangan kesepakatan damai Ukraina-Rusia, ketegangan antara China dan Jepang serta China dan Taiwan, dan peluang pemangkasan suku bunga Fed pada Desember akan memengaruhi pasar.
Penilaian ulang pasar terhadap peluang keputusan FOMC pada Desember, bersama dengan data AS yang lemah, dapat menambah tekanan pada USD dan mendukung aset berisiko seperti saham dan mata uang kripto, di tengah optimisme terkait perdagangan dan geopolitik. Namun, USD mendekati level support penting jangka pendek. Karena itu, data yang lebih kuat dari perkiraan dapat mengangkat greenback, menekan mata uang kripto, dan memperlambat kenaikan saham belakangan ini. Emas kemungkinan akan tetap kokoh di tengah sentimen pasar yang beragam, sementara mata uang antipodean seperti AUD dan NZD mungkin dapat mempertahankan kenaikan belakangan ini jika USD tetap lemah.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!