
USDJPY berbalik menguat setelah mencatat penurunan mingguan pertamanya dalam lima pekan, dengan kenaikan tipis ke sekitar 150.50 pada awal Selasa. Pasangan Yen ini bergerak naik turun di dekat resistance horizontal yang telah bertahan selama tiga pekan, di kisaran 150.90-151.00. Perlu dicatat, RSI yang lesu dan sinyal MACD yang lemah mengindikasikan harga kemungkinan masih bergerak perlahan di bawah resistance utama tersebut. Namun, momentum bearish tampaknya belum akan terbentuk selama harga bertahan di atas titik pertemuan 200-SMA dan garis support menanjak yang telah berlangsung selama dua bulan, di dekat 149.00. Selain support yang bertemu di 149.00, level tertinggi Januari di sekitar 148.80 juga akan menjadi tantangan bagi para penjual pasangan Yen sebelum mereka dapat mengambil kendali.
Sementara itu, penembusan ke atas area resistance 150.90-151.00 akan membuka peluang bagi pembeli USDJPY untuk mengincar double top yang terbentuk pada akhir 2022 dan 2023 di dekat 152.00. Perlu dicermati bahwa kenaikan pasangan Yen melewati level 152.00 menyoroti level psikologis 160.00 dan puncak sekitar 160.40 pada 1990 sebagai target bagi pihak bullish. Dalam skenario tersebut, RSI yang berada di area overbought dan kemungkinan penyesuaian kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) akan membatasi kenaikan lebih lanjut pasangan ini.
Secara keseluruhan, momentum kenaikan pasangan USDJPY mulai kehilangan tenaga, tetapi pergerakan bearish-nya belum terkonfirmasi. Karena itu, pergerakan ini perlu mendapat konfirmasi dari level support utama di sekitar 149.00 serta katalis fundamental AS/Jepang yang dijadwalkan dirilis pekan ini.