
USDJPY bertahan setelah sehari sebelumnya mundur dari garis resistance menurun yang terbentuk selama tiga pekan, meski pasangan ini bergerak volatil setelah pengumuman Bank of Japan (BoJ). Perlu dicatat, pada Rabu Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga acuannya menjadi 0,25% dari 0,10%, sehingga pasangan yen merosot mendekati 200-SMA dalam beberapa menit pertama. Namun, keputusan bank sentral Jepang untuk mengurangi pembelian obligasi dan nada hati-hati dalam penilaian ekonominya kemudian memicu rebound pada pasangan ini. Pelemahan dolar AS menjelang rapat kebijakan moneter Federal Open Market Committee (FOMC) juga membuat pasangan ini turun ke level terendah dalam beberapa hari sebelum memantul dari moving average penting di 151,60. Namun, perlu dicatat bahwa RSI (14) yang hampir memasuki zona jenuh jual mengindikasikan ruang penurunan pasangan ini terbatas di bawah support 200-SMA pada 151,60. Hal ini juga menyoroti garis resistance jangka pendek yang disebutkan sebelumnya di sekitar 153,60 sebagai hambatan terdekat yang perlu diperhatikan sebelum buyer masuk. Setelah itu, pasangan ini berpotensi naik secara bertahap menuju 100-SMA dan garis support sebelumnya yang terbentang sejak Desember 2023, masing-masing di sekitar 155,65 dan 158,80.
Sementara itu, penutupan harian pasangan USDJPY di bawah support 200-SMA pada 151,60 perlu dikonfirmasi oleh support horizontal yang terbentuk selama 5,5 bulan di sekitar 151,00–150,90 agar seller tetap bertahan. Setelah itu, pasangan ini berpotensi melemah menuju level Fibonacci 61,8% dari kenaikan pada akhir 2023 hingga Juli 2024, di sekitar 148,50, lalu ke level terendah Maret di sekitar 146,45. Perlu diperhatikan bahwa level psikologis 150,00 akan menjadi filter tambahan ke arah bawah.
Secara keseluruhan, USDJPY gagal menguat setelah BoJ menaikkan suku bunga dan memantul dari SMA penting di tengah kondisi RSI yang jenuh jual. Hal ini mengindikasikan bahwa pasangan tersebut dapat melanjutkan pemulihan jika buyer berhasil menembus garis resistance terdekat dan mendapat dukungan dari pengumuman FOMC yang hawkish.