Logout
Apakah anda yakin mau keluar?

Apa Itu Bear Trap dan Bagaimana Cara Menghindarinya?

Trader bearish menyukai pasar yang menurun karena memberi peluang untuk membeli aset dengan harga lebih rendah. Namun, terjebak bear trap dan kehilangan uang tentu merupakan situasi yang ingin dihindari. Saat ini, kemungkinan terpancing masuk ke dalam perangkap sangat tinggi, sementara hampir semua pasar utama bergerak secara tak terduga. Hal ini membuat pembeli cukup sulit memperkirakan apakah harga suatu aset akan mencapai titik terendah atau terus turun.

None

Dalam artikel ini, kita akan membahas situasi yang berkaitan dengan bear trap di pasar saham serta cara menghindarinya. Selain itu, kita akan menjelaskan perbedaan antara bull trap dan bear trap.

Penjelasan tentang Bear Trap di Pasar Saham

Situasi ini juga dikenal sebagai pola bear trap. Bear trap menggambarkan kondisi ketika harga suatu aset tiba-tiba bergerak turun. Akibatnya, sebagian besar pelaku pasar mengambil posisi short. Namun, situasi ini dapat diikuti oleh pembalikan harga yang tiba-tiba ke atas. Ketika harga naik, para penjual short bisa mengalami kerugian. Pada akhirnya, mereka dapat terkena margin call. Untuk mencegahnya, beberapa investor meminjam lebih banyak saham untuk mendukung posisi mereka, yang dapat membuat utang semakin besar.

Kondisi trading terbaik di industri
Bonus deposit
hingga 200% Bonus deposit 
hingga 200%
Spread
mulai dari 0 pip Spread 
mulai dari 0 pip
Salinan penghargaan
Platform trading Salinan penghargaan
Platform trading
Bergabung sekarang juga

Catatan: kabar baiknya, bear trap umumnya hanya berlangsung dalam jangka pendek. Pola ini terutama berkaitan dengan trading teknikal sebagai bagian dari strategi investasi bearish. Metode ini tidak cocok bagi mereka yang memilih strategi buy-and-hold atau trading jangka panjang.

Bull Trap vs Bear Trap: Perbedaan yang Perlu Diketahui

Untuk memahami lebih dalam cara kerja bear trap, kita perlu menjelaskan perbedaan antara bull trap dan bear trap. Dengan begitu, Anda dapat melihat penyebab utama, ciri-ciri, dan faktor lain yang membantu mengidentifikasi kondisi pasar tertentu.

Kedua “perangkap” ini cukup mirip karena sama-sama memberikan sinyal palsu yang membuat investor berada dalam situasi sulit. Sinyal tersebut menunjukkan bahwa tren akan berakhir sehingga pelaku pasar mengambil langkah yang keliru. Pada saat yang sama, pembalikan palsu membuat harga kembali ke tren semula, sehingga investor terkena margin call dan mengalami kerugian besar. Inilah kesamaan kedua situasi tersebut.

Adapun perbedaannya adalah sebagai berikut:

  1. Bear Trap. Tren bergerak secara siklis dari naik ke turun, hingga harga menembus ke bawah level support utama (inilah yang menciptakan kondisi pasar bearish palsu). Setelah itu, harga berbalik arah dan bergerak naik.
  2. Bull Trap. Situasinya berkebalikan. Setelah tren turun tajam dan tiba-tiba, harga mulai bergerak naik sehingga menciptakan kondisi dan sinyal pasar bullish palsu. Trader terdorong untuk membuka posisi long, sementara harga justru berbalik arah dan turun.

Faktor Penyebab Bear Trap

Seperti yang telah disebutkan, ciri utama yang menandakan bear trap akan terjadi bukan hanya penurunan harga yang tiba-tiba, tetapi juga pergerakan harga yang menembus ke bawah level support utama. Akibatnya, investor bearish dapat terjebak di antara tren turun dan pembalikan harga yang tiba-tiba ke atas.

Penyebab utamanya antara lain:

  • Harga turun dan bergerak menembus ke bawah level support.
  • Trader bergegas memasuki pasar dengan membuka posisi short.
  • Harga hanya bertahan sebentar di bawah level support. Tak lama kemudian, harga bergerak naik.

Cara Menghindari Bear Trap

Satu-satunya cara agar tidak terjebak bear trap adalah dengan menghindarinya. Artinya, trader sebaiknya tidak mengambil posisi yang sama dengan investor lain. Berikut beberapa tips praktis yang mungkin berguna bagi Anda:

  • Jika volume trading rendah (Anda mungkin memerlukan beberapa indikator volume untuk mendapatkan gambaran pasar yang lebih mendalam), jangan pernah membuka posisi short. Semakin rendah volume trading, semakin tinggi risiko terjebak bear trap. Selain itu, hindari membuka posisi short bersama trader lain.
  • Terapkan berbagai strategi trading. Cobalah berbagai pendekatan dan teknik.
  • Gunakan teknik lanjutan dan indikator teknikal. Contohnya, level Fibonacci mungkin berguna. Teknik ini sangat ampuh untuk mengidentifikasi level support dan resistance.

Kesimpulan

Saat terjebak bear trap, investor dapat melihat harga sekuritas mereka turun. Hal ini umumnya memicu sentimen bearish, sementara sebagian besar investor biasanya membuka posisi short. Akibatnya, modal hilang dan nilai aset berkurang, sementara harga pada akhirnya akan berbalik arah dan kembali ke level semula.

Materi ini tidak memuat dan tidak boleh ditafsirkan sebagai memuat nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Sebelum mengambil keputusan investasi, Anda sebaiknya meminta saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda memahami risikonya.