
Para ahli mengatakan bahwa komoditas akan tetap volatil tahun ini. Namun, ketidakpastian pasar dan geopolitik dapat mendorong harga Gold turun di bawah $2,000 per ons akibat ekonomi masa perang.
Ketegangan geopolitik global semakin meningkat. Hal ini dapat menjadi dukungan baru yang kuat bagi logam kuning dan mendorong harganya turun di bawah $2,000 per ons. Prediksi tersebut disampaikan oleh para analis BCA. Mereka merilis riset yang memuat perkiraan harga komoditas untuk m2023.
Sementara itu, negara-negara Barat mulai membangun apa yang disebut sebagai ekonomi masa perang, yang dapat meningkatkan risiko dominasi fiskal. Dalam situasi ini, otoritas moneter akan terpaksa mempertahankan suku bunga pada level rendah. Tuntutan terkait lingkungan dan pertahanan akan membentuk kebijakan yang digerakkan oleh pemerintah.



Situasi memburuk akibat memburuknya hubungan antara China dan Amerika Serikat setelah balon mata-mata China ditembak jatuh dua pekan lalu. Selain itu, ada risiko perang di Ukraina meningkat, dengan dukungan mematikan yang diberikan China kepada pasukan Rusia.
Ketidakpastian geopolitik terus meningkat seiring latihan militer bersama China, Rusia, dan Afrika Selatan. Hal ini semakin memperburuk kondisi ekonomi di seluruh dunia. Dengan mempertimbangkan semua faktor, kecil kemungkinan Fed akan menaikkan suku bunga hingga di atas 5% pada 2023.
Meski demikian, perang di Ukraina yang telah berlangsung selama satu tahun akan terus mengganggu harga komoditas. Selain itu, peningkatan belanja pertahanan turut mendorong inflasi naik. Faktor lain juga akan berkontribusi terhadap inflasi yang lebih tinggi, yang diperkirakan bertahan di kisaran 4%-5% selama beberapa tahun ke depan.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!