
Pasar masih tidak menentu meski Ketua The Fed Jerome Powell kembali menyampaikan komentar hawkish pada Kamis pagi, setelah sehari sebelumnya bergabung dengan sejumlah bankir sentral yang menyerukan suku bunga lebih tinggi. Meski demikian, dolar AS sedikit melemah dan harga emas turun untuk hari ketiga berturut-turut, menyentuh level terendah sejak Maret.
Selain dukungan para gubernur bank sentral utama terhadap kebijakan moneter restriktif, kekhawatiran yang beragam mengenai China dan kecemasan yang muncul dari Rusia juga mengurangi selera risiko. Namun, tidak adanya perkembangan baru di luar hal-hal yang telah berulang kali terdengar dari berbagai kalangan pasar tampaknya meredam bias bearish.
Data Penjualan Ritel Australia yang positif turut mendorong AUDUSD, sementara angka yang lebih kuat pada indikator sentimen ANZ Selandia Baru membuat NZDUSD mengikuti pergerakan mata uang tetangganya, yaitu dolar Australia.
Di sisi lain, minyak Brent terkoreksi dari level tertinggi dalam dua pekan, sementara USDJPY kembali mencatat puncak tahunan sebelum belakangan melemah tipis dalam perdagangan intraday.
Perlu dicatat, EURUSD dan GBPUSD mencatat kenaikan tipis saat Dolar AS kesulitan mempertahankan penguatan pada hari sebelumnya, menjelang serangkaian rilis data AS lainnya terkait inflasi, pertumbuhan, dan ketenagakerjaan.
Di pasar kripto, BTCUSD dan ETHUSD mengabaikan kekhawatiran regulasi yang kian dekat serta perseteruan pelaku industri dengan SEC AS, dan mencatat kenaikan tipis.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Para bankir sentral dunia berupaya meyakinkan pasar bahwa mereka belum akan kembali menerapkan kebijakan moneter yang longgar dan masih mampu menaikkan suku bunga. Namun, hal ini sudah berulang kali diperhitungkan oleh pasar sehingga dampak positifnya terhadap USD mungkin tidak bertahan lama setelah reaksi awal. Meski begitu, para penjual emas menyambut pernyataan hawkish tersebut, disertai ekspektasi bahwa ketegangan AS-China akan semakin memanas. Emas pun mencatat tren turun selama tiga hari, berpotensi mengalami penurunan mingguan selama tiga pekan berturut-turut, dan menyentuh level terendah dalam tiga bulan.
Selain itu, penjualan ritel Australia melonjak pada Mei dan indikator kepercayaan ANZ Selandia Baru juga membaik, sehingga AUDUSD dan NZDUSD berhasil memangkas kerugian hari sebelumnya. Sementara itu, GBPUSD dan EURUSD masih bergerak terbatas, sedangkan USDJPY menguat berkat data lapis kedua yang positif di tengah kekhawatiran intervensi Jepang. Pair ini sempat mencatat level tertinggi dalam beberapa bulan sebelum berbalik turun ke bawah 145,00.
Di sisi lain, para pemimpin industri kripto seperti Coinbase dan Binance berseteru dengan SEC AS. Namun, sejumlah pendaftaran ETF baru turut mengiringi pelemahan Dolar AS dan membantu BTCUSD serta ETHUSD memulihkan diri.
Rilis final PDB AS kuartal I, klaim tunjangan pengangguran mingguan, dan angka belanja PCE akan menarik perhatian pelaku pasar pada Kamis. Rilis final inflasi Jerman dan sejumlah pidato bankir sentral lainnya juga penting untuk dicermati
Perlu dicatat bahwa pemicu risiko akan lebih penting daripada data dalam menentukan arah pergerakan intraday.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!