
Harga emas terus bergerak turun selama tiga hari berturut-turut, sementara para trader menantikan sejumlah peristiwa penting pekan ini.
Bank-bank sentral utama akan segera merilis data dan laporan penting. Di antaranya, FED, Bank Sentral Eropa, dan Bank of England akan merilis laporan ketenagakerjaan terbaru. Harga emas terus bergerak turun, melemah 0,29% hingga mencapai titik terendah di $1920,74.
Sementara itu, USD menguat seiring kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS menjelang pertemuan komite kebijakan FED. Karena itu, pasar saat ini memperhitungkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Dalam memprediksi harga emas, Nonfarm Payrolls dan FED adalah faktor yang perlu dicermati. Harga emas juga dapat dipengaruhi faktor lain, termasuk penguatan dolar AS akibat pasar tenaga kerja yang semakin ketat.



FED tampaknya belum selesai memperketat kebijakan moneternya. Karena itu, penurunan suku bunga berikutnya mungkin berdampak positif terhadap harga emas. Para pejabat FED menentang seruan pasar untuk beralih ke kebijakan yang lebih longgar. Sederhananya, mereka akan mempertahankan suku bunga di level restriktif hingga kebijakan tersebut membantu mengurangi inflasi dan pada akhirnya menurunkannya.
Para ahli meyakini bahwa upaya menurunkan inflasi akan penuh kejutan dan perubahan arah yang tak terduga. Bagian termudah adalah menurunkannya dari 8% menjadi 4%. Namun, menurunkannya lagi dari 4% menjadi 2% akan jauh lebih sulit. Karena itu, pelaku pasar perlu memahami dengan baik semua tantangan yang mungkin terjadi dan pergerakan yang tidak terduga dalam proses tersebut.
Selain itu, kita perlu memperhitungkan kenaikan Nonfarm Payroll AS. Angka ini terus meningkat pada bulan Januari. Seperti yang kita ketahui, harga emas juga dipengaruhi oleh data khusus ini yang dirilis dalam laporan ketenagakerjaan. Sebagian pihak memperkirakan angkanya akan mencapai 175K setelah sedikit turun pada Desember 2020. Apa pun hasilnya, pasar tenaga kerja masih sangat ketat, dengan jumlah PHK yang rendah.
Meski begitu, faktor utama yang perlu dicermati adalah Tingkat Pengangguran. Para ahli memperkirakan angka ini akan naik dari 3,5% menjadi 3,6%, yang pasti akan menekan nilai USD dan mendukung harga emas.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!