Logout
Apakah anda yakin mau keluar?
MTrading Team • Hari ini

GBPUSD gagal menguat meski dolar AS melemah dan pernyataan BoE bernada hawkish

GBPUSD gagal menguat meski dolar AS melemah dan pernyataan BoE bernada hawkish

Kecemasan para trader meningkat menjelang rilis data penting pekan ini, yaitu angka Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS untuk Januari, yang juga dikenal sebagai indikator inflasi pilihan Federal Reserve (Fed). Data ini semakin penting karena sebagian besar pejabat Fed telah menepis kekhawatiran mengenai pemangkasan suku bunga, sementara data PDB AS, Pesanan Barang Tahan Lama, serta angka CPI terbaru kurang mendukung spekulasi tersebut.

Selain itu, pemulihan kuat saham-saham Tiongkok setelah penurunan sebelumnya mendorong saham-saham Asia-Pasifik menguat tipis, meski indeks acuan Wall Street ditutup melemah. Namun, keberhasilan pembuat kebijakan AS menghindari penutupan pemerintahan tidak cukup meyakinkan para pelaku pasar yang mengambil risiko, di tengah data yang beragam dan komentar hawkish dari para bank sentral utama, termasuk Fed, Bank Sentral Eropa (ECB), dan Bank of England (BoE).

Dengan demikian, Indeks Dolar AS (DXY) mencatat penurunan harian pertama dalam tiga hari, meski momentumnya lemah, sementara aset-aset berisiko mulai diminati. Di antara aset tersebut, AUDUSD dan emas memimpin penguatan, sedangkan USDJPY mencatat penurunan terbesar di tengah sinyal hawkish dari pejabat Bank of Japan (BoJ). Sementara itu, minyak mentah masih tertekan dan GBPUSD bergerak tanpa arah yang jelas, sedangkan EURUSD mencatat penurunan selama tiga hari berturut-turut.

Di sisi lain, BTCUSD dan ETHUSD terus melanjutkan tren kenaikannya dan masing-masing naik ke level tertinggi sejak November 2021 dan Maret 2022, seiring meningkatnya kepercayaan trader terhadap mata uang kripto.

Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:

  • Minyak Brent masih mendapat sedikit dukungan beli di sekitar $84.00 setelah berbalik turun dari level tertinggi mingguan pada hari sebelumnya.
  • Harga emas menguat ke $2,038, melanjutkan rebound pada hari Rabu.
  • Indeks USD mengakhiri tren penguatan dua hari dengan pelemahan tipis di sekitar 103,90.
  • Wall Street ditutup dengan pelemahan tipis, tetapi Asia-Pasifik bergerak naik tipis. Selain itu, saham di Eropa dan Inggris tetap menguat pada jam pertama.
  • BTCUSD dan ETHUSD sama-sama bergerak naik turun di dekat level tertinggi dalam beberapa bulan, masing-masing di sekitar $62,600 dan $3,470.
Kondisi trading terbaik di industri
Bonus deposit
hingga 200% Bonus deposit 
hingga 200%
Spread
mulai dari 0 pip Spread 
mulai dari 0 pip
Salinan penghargaan
Platform trading Salinan penghargaan
Platform trading
Bergabung sekarang juga

Sentimen hati-hati masih mendominasi, tetapi USDJPY merosot…

Meski para pemimpin Kongres AS mencapai kesepakatan untuk menghindari penutupan sebagian pemerintahan pada 2 Maret sehingga pasar bisa bernapas lega, dolar AS belum menunjukkan momentum kenaikan. Hal ini mungkin terkait dengan angka PDB AS kuartal IV yang lebih lemah dalam estimasi kedua, serta defisit perdagangan yang semakin lebar.

Namun, perlu dicatat bahwa komentar hawkish dari Fed menahan penurunan dolar AS. Meski demikian, Presiden Federal Reserve Bank of Boston Susan Collins dan Presiden New York Fed John Williams kembali menyatakan dukungan mereka agar pelonggaran kebijakan moneter dimulai pada akhir 2024. Presiden Atlanta Fed Raphael Bostic juga membela kebijakan ketat Fed, sembari mengatakan bahwa masih ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengendalikan inflasi.

Di sisi lain, anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Martins Kazaks menepis kekhawatiran tentang pemangkasan suku bunga dengan mengatakan bahwa masih “terlalu dini” untuk memangkas suku bunga. Sejalan dengan itu, pengambil kebijakan ECB sekaligus Kepala Bundesbank Joachim Nagel juga mengatakan, “Akan berakibat fatal jika ECB memangkas suku bunga terlalu dini dan inflasi kembali meningkat.”

Pengambil kebijakan Bank of England (BoE) Catherine Mann mengatakan kepada Financial Times (FT) bahwa BoE kesulitan mengembalikan inflasi ke target karena kenaikan harga semakin didorong oleh orang-orang yang tidak terpengaruh oleh tekanan suku bunga yang lebih tinggi. Meski demikian, pasangan GBPUSD belum mampu pulih karena para trader meragukan prospek pemulihan ekonomi Inggris.

Minyak mentah mencatat penurunan harian pertamanya dalam tiga hari sebelum rebound terbaru, karena penguatan dolar AS bertepatan dengan kenaikan persediaan minyak mentah mingguan menurut EIA yang lebih besar dari perkiraan dan angka sebelumnya. Harga minyak mentah juga tertekan oleh komentar Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak, yang mengatakan bahwa mereka melihat keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar minyak global.

Di antara pasangan mata uang G10, USDJPY mencatat penurunan terbesar setelah anggota dewan BOJ Takata memberikan sinyal paling jelas bahwa kebijakan moneter yang sangat longgar saat ini akan diakhiri. Pasangan yen ini mengabaikan imbal hasil yang lesu dan data produksi industri Jepang yang mengecewakan, sekaligus diuntungkan oleh pelemahan dolar AS.

  • Beli kuat: USDCAD, USDJPY
  • Jual kuat: Minyak Mentah, Dolar AS, GBPUSD
  • Beli: BTCUSD, ETHUSD, Nasdaq, Emas
  • Jual: DAX, FTSE 100, BTCUSD, AUDUSD, EURUSD

Inflasi dan The Fed menjadi kunci…

Meski data inflasi Jerman, PDB Kanada, dan PMI Chicago AS juga akan dirilis, perhatian utama pasar tertuju pada data Indeks Harga PCE Inti AS. Namun, perlambatan terbaru pada data PDB dan CPI AS menimbulkan keraguan terhadap kemampuan Fed untuk mempertahankan arah kebijakan suku bunga “lebih tinggi untuk waktu lebih lama”. Karena itu, angka yang lebih rendah pada indikator inflasi pilihan Fed ini tidak hanya akan menekan Dolar AS, tetapi juga membuka peluang bagi harga komoditas, terutama emas, untuk menguji level-level resistance utama di sisi atas.

Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!