
Data inflasi AS dan data yang berkaitan dengan konsumen yang lebih lemah dari perkiraan pada Rabu kembali memicu seruan agar Federal Reserve AS (The Fed) memangkas suku bunga pada 2024, terutama setelah Ketua The Fed Powell enggan mendukung kenaikan suku bunga. Kondisi tersebut menekan Dolar AS pada hari sebelumnya dan memicu sentimen risk-on. Namun, sentimen pasar masih belum menentu pada awal Kamis menjelang rilis data AS lapis kedua dan munculnya beragam berita geopolitik. Hal ini memungkinkan Greenback memulihkan diri di level terendah dalam sebulan, setelah mencatat penurunan terbesar pada 2024 sehari sebelumnya.
Pelemahan Dolar AS mendorong EURUSD naik ke level tertinggi dalam dua bulan sebelum mundur dari 1.0894. GBPUSD juga mencatat level tertinggi bulanan baru meski tidak ada katalis utama.
Selain itu, USDJPY memutus tren kenaikan selama tiga hari dan mencatat penurunan terbesar dalam dua pekan. Saat berita ini ditulis, pasangan tersebut tertekan di dekat level terendah dalam lebih dari sepekan, sementara USDCAD turun ke level terendah dalam lima pekan.
AUDUSD naik ke level tertinggi dalam empat bulan, tetapi kemudian mundur di tengah laporan ketenagakerjaan Australia yang beragam. Sementara itu, NZDUSD melonjak paling besar dalam enam bulan sebelum melemah dari level tertinggi yang terakhir tercatat pada Maret.
Minyak mentah menarik minat beli untuk mempertahankan pemulihan tajam dari level terendah dalam 11 pekan, didukung oleh Dolar AS yang melemah dan penurunan persediaan mingguan AS. Sementara itu, harga emas mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut dan kembali menyentuh level tertinggi bulanan.
Di sisi lain, BTCUSD dan ETHUSD mencatat kenaikan harian terbesar dalam lebih dari sebulan, tetapi kemudian melemah di tengah kekhawatiran terkait regulasi pasar kripto dan beragam kabar mengenai persetujuan ETF spot Ethereum.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Pada Kamis, pasar bergerak aktif terhadap Dolar AS setelah Indeks Harga Konsumen (CPI), Penjualan Ritel, dan Indeks Manufaktur Empire State AS mencatat angka yang lemah. Hal ini memperkuat seruan agar The Fed memangkas suku bunga dua kali pada 2024 dan mendorong aset berisiko menguat.
Menanggapi data AS tersebut, Kepala Ekonom lembaga pemeringkat global Moody’s, Mark Zandi, mencuitkan kekecewaannya atas kenaikan biaya perumahan yang terus-menerus kuat, sekaligus menyebut CPI AS “baik”. Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee juga menyampaikan hal senada dengan mengatakan, “Jika penurunan inflasi perumahan yang terlihat dalam data CPI April berlanjut, itu bagus.”
Di sisi lain, Presiden sekaligus CEO Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, berupaya membela pandangannya yang hawkish, seraya menyatakan bahwa The Fed berfokus pada permintaan mendasar dalam perekonomian untuk menurunkan inflasi.
Selain kecemasan menjelang rilis data dan konsolidasi setelah penurunan tajam pada hari sebelumnya, kekhawatiran geopolitik juga mendorong rebound korektif Dolar AS. Di antara berita utama, kabar mengenai eratnya hubungan China dan Rusia menjadi sorotan setelah Presiden China Xi Jinping dikutip mengatakan, “China akan selalu menjadi teman baik dan mitra dengan kepercayaan timbal balik bagi Rusia.”
Meski pelemahan Dolar AS yang dipicu data AS mendorong pasangan EURUSD, momentum kenaikannya masih tertahan setelah Gubernur Bank of France sekaligus anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB), Francois Villeroy de Galhau, mengatakan bahwa ECB kemungkinan besar akan mulai memangkas suku bunga pada rapat Juni.
Selain itu, GBPUSD naik ke level tertinggi bulanan karena Dolar AS melemah, meskipun peluang pemangkasan suku bunga Bank of England (BoE) pada Juni meningkat dan data Inggris beragam.
USDJPY mencatat kerugian harian terbesar dalam dua minggu setelah rilis data inflasi AS dan kini turun menuju level terendah baru dalam tujuh hari di tengah data Produksi Industri Jepang yang positif. Perlu dicatat bahwa estimasi awal PDB Jepang kuartal I 2024 menunjukkan kontraksi aktivitas ekonomi. Namun, Menteri Ekonomi Jepang Yoshitaka Shindo mengatakan bahwa ekonomi diperkirakan akan terus pulih secara moderat.
Sejalan dengan itu, AUDUSD juga melonjak paling besar sejak Desember 2023 di tengah pelemahan Dolar AS secara luas dan sentimen positif. Namun, laporan ketenagakerjaan Australia yang beragam pada Kamis memicu koreksi pada pasangan tersebut, karena Tingkat Pengangguran naik ke level tertinggi dalam tiga bulan, yaitu 4,1% pada April, dibandingkan perkiraan dan angka sebelumnya sebesar 3,9%. Selain itu, NZDUSD mengikuti pergerakan pasangannya dari Australia dan menguat terhadap Greenback pada hari sebelumnya, tetapi memangkas sebagian besar kenaikan harian dalam enam bulan di tengah konsolidasi pasar pada awal perdagangan Kamis. Perlu dicatat, kekhawatiran tentang transisi ekonomi China dan ketegangan China-AS, serta masalah geopolitik, belakangan ini turut menekan mata uang Antipodean seperti Dolar Australia, Selandia Baru, dan Kanada. Sementara itu, USDCAD turun ke level terendah dalam lima minggu karena pelemahan Dolar AS diikuti pemulihan signifikan harga komoditas ekspor utama Kanada, yaitu minyak mentah.
Pada Kamis, minyak mentah WTI turun ke level terendah sejak akhir Februari, tetapi segera pulih setelah Dolar AS melemah. Penurunan persediaan minyak mingguan AS yang lebih besar dari perkiraan turut mendukung pemulihan tersebut sehingga WTI mencatat kenaikan harian.
Emas masih menguat secara bulanan dan naik selama tiga hari berturut-turut, didorong oleh ekspektasi sikap dovish The Fed, harapan akan stimulus tambahan dari China, serta penembusan teknikal. Selain itu, sehari sebelumnya logam mulia tersebut mengonfirmasi pola grafik bullish falling wedge yang telah terbentuk selama sebulan.
Setelah mengalami hari yang bergejolak, sebagian besar menguntungkan aset berisiko, para trader kemungkinan akan melihat konsolidasi pergerakan sebelumnya menjelang rilis data AS lapis kedua hari ini. Di antaranya, klaim pengangguran mingguan serta data bulanan perumahan dan produksi industri AS akan menjadi perhatian utama. Jika data statistik AS yang dijadwalkan menunjukkan hasil yang kuat, Dolar AS berpeluang memangkas pelemahan mingguan.
Selain data AS, berita utama seputar Rusia, China, dan Timur Tengah juga dapat menarik perhatian para trader momentum serta mendorong harga Dolar AS dan minyak mentah.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!